BIODATA
Nama : Eric Afrizal Simanungkalit
TTL : Betung, 4 April 1993
Motto : hidup adalah perjuangan, talk less do more
Hobby : Soccer and all the things related to sport
Alamat : Betung
Email FB : eric.afrizals23@gmil.com
Akun Twitter : @ericafrizal
’Brother Erik’, begitulah aku lebih suka memanggilnya. Walaupun yang lainnya, terutama yang cewek lebih sering memanggilnya dengan sebutan ’abang’. Tapi bagiku dia adalah salah satu sahabat terbaik, sehingga aku menganggapnya sebagai saudara.
Cowok keturunan Batak ini sendiri memiliki marga ’Simanungkalit’. Walaupun ia adalah orang Batak, tapi kelakuannya tidak terlalu menunjukkan bahwa ia adalah orang dari Provinsi Sumatera Utara itu. Bisa kubilang tata kramanya lebih mirip orang Jawa. Biasanya orang Batak itu kan logat bicaranya keras, tapi ia lebih suka bicara dengan lebih perlahan. Walaupun, logat bataknya juga masih kelihatan juga sich. Sebenarnya aku tidak terlalu tahu secara pasti sifatnya lebih mirip orang dari daerah mana. Aku hanya membandingkan dengan orang Jawa, karena notabene aku adalah orang Jawa. Jadi aku tahu bagaimana kelakuan orang Jawa.
Cowok gagah yang satu ini memiliki badan yang tegap dan bisa dibilang berisi. Ia memiliki tinggi badan rata-rata, tidak pendek juga tidak terlalu tinggi. Ada satu bagian paling sensitif dalam tubuhnya, yaitu bagian pantat. Tiap kali kusentuh pantatnya menggunakan pena, ia pasti akan menjerit dan bilang ’Eeeeee...’. Setelah itu pasti ia akan marah, tapi tak lama kemudian pasti kami tertawa lagi. Pernah aku tanya kenapa ia demikian, ia lalu menceritakan pengalamanya padaku bahwa waktu ia kecil dulu ia pernah digigit anjing tepat di pantatnya. Ia menuturkan bahwa hingga sekarang ia masih trauma. Aku pun memahaminya, tapi namanya saja lagi masa-masa iseng jadinya terkadang masih saja kulakukan. Hehehehehe....., Peace rik.
Satu lagi, ia ini memiliki Wormyphobia. Aku tidak tahu nama sebenarnya tentang ketakutan terhadap ulat itu, jadi kusebut saja demikian. Yang paling ia takuti ialah jenis ulat hijau daun pisang. Kalau orang Jawa bilang ’ENTHUNG’. Kalau disodori ulat ini ia akan berlari ketakutan sambil berteriak-teriak. Pernah kala itu kelas kami kunci, sedangkan ia terkunci di dalam kelas bersama kami yang membawa ulat daun itu, ia ketakutan hingga menangis. Wah wah..., maaf kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar